Sabtu, 01 Oktober 2016

Seminar Nasional Perdagangan Internasional (SENPI) ke - 2
di Politeknik Negeri Bali (29/09/2016)


Dalam Rangka Dies Natalis XXIX Politeknik Negeri Bali, Jurusan Administrasi Niaga Mengadakan Seminar Nasional Perdagangan Internasional (SENPI) ke - 2, dengan topik "Peran Asosiasi dalam Perdagangan Internasional Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia".


Senin, 01 Agustus 2016

Press Conference "Potensi Bisnis Ekspor - Impor pada Produk Sektor Kecantikan" (15/6/16)

Press Conference (15/6/16) di Locanda Food Voyager Panin Bank Building di hadiri oleh (dari sebelah kiri) : Ivan Ferrari General Manager PT. UBM, Bapak Lukmanul Hakim (MUI), Ibu Bintang Retna Herawati (Apreisindo), Ibu Afrida Suston Niar (Kementerian Perindustrian), Ibu Dewi Rijah Sari (Perkosmi).

Sebagaimana dimaksud dalam acara ini, masyarakat wajib mengetahui bahwa, dengan adanya MEA yang disetujui oleh beberapa Negara termasuk Indonesia, maka kita semua harus pandai-pandai untuk bersaing di pasar Nasional maupun Internasional. Salah satu contoh yang sedang kita bicarakan ini  adalah tentang "Produk Kecantikan".

Sebagaimana yang telah disampaikan dalam acara tersebut "Karenanya kami berani menggelar pameran ini yang mencakup semua sektor kecantikan, meliputi bahan, kemasan, mesin, manufaktur, kosmetik, perlengkapan mandi, perawatan pribadi, kesehatan dan spa, kesehatan alami, salon kecantikan, tata rambut profesional kuku dan aksesori" (Ivan Ferarri).

Sabtu, 26 September 2015

IMPLEMENTASI MEA: Dunia Pendidikan Perlu Sadar Sertifikasi

Bisnis.com, JAKARTA - Dunia pendidikan diminta untuk lebih peka dalam memandang arah pasar kerja di masa depan, dengan mulai melakukan uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan kepemilikan sertifikasi sangat penting bagi lulusan sekolah menengah atas maupun perguruan tinggi untuk memudahkan pencarian pasar kerja.

"Dalam globalisasi, lulusan pelajar maupun alumni perguruan tinggi dituntut melengkapi diri dengan sertifikasi kompetensi kerja agar mampu bersaing dengan pekerja dari negara lain," katanya dalam siaran pers yang diterima, Jumat (25/9/2015). (Baca juga: Lembaga Sertifikasi Kompetensi Ekspor-Impor)

Rabu, 25 Maret 2015

Focus Group Discussion "Strategi dan Dukungan Kebijakan Pengembangan Industri Nasional Padat Karya dan Berorientasi Ekspor"

Pada hari Kamis, 19 Maret 2015 Pukul 10.00 s.d selesai. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia mengadakan Focus Group Discussion dengan tema "Strategi dan Dukungan Kebijakan Pengembangan Industri Nasional Padat Karya dan Berorientasi Ekspor" (yang dibuka oleh Bapak Menteri Menko Perekonomian) bertempat di Ruang Rapat Menko Perekonomian Lt. 1, Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jl. Medan Merdeka Barat No. 7, Jakarta.

Kamis, 08 Januari 2015

MEA 2015: Pesaing Utama RI Ada Tiga

Bisnis.com, JAKARTA - Secara umum negara Asean yang paling perlu diwaspadai Indonesia adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Trade Map mencatat neraca perdagangan ketiganya dalam lingkup intra-Asean selama 2008 - 2012 tak ada defisit.
Sebagai contoh, porsi ekspor Indonesia ke Asean selama 2012 hanya 22% selebihnya ke pasar global. Pada periode yang sama ekspor Malaysia ke Asia Tenggara 26,8%, Thailand 24,7%, dan Singapura sebesar 31,8%.

Minggu, 24 Agustus 2014

Perizinan Ekspor Impor Bakal Dibuat Online

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi bakal mengubah proses permintaan perizinan di Kementerian Perdagangan menjadi berbasis online. Tujuannya agar lebih transparan antara peminta serta pemberi izin.
Dia mengklaim perubahan ini sebagai bagian dari memperbaiki sistem perdagangan. Luthfi menjelaskan segala proses perizinan akan berlangsung di Unit Pelayanan Perdagangan (UPP). Khususnya ekspor impor.