Kamis, 03 Juli 2014

Larangan Ekspor Mentah Indonesia Dibahas di Forum APEC Beijing

Beritasatu.com. Jakarta. Kebijakan pemerintah melarang ekspor mineral mentah sejak Januari 2014 menjadi topik hangat dalam forum APEC Meeting of Minister Responsible for Mining di Beijing, Tiongkok pada akhir Juni lalu. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan para anggota forum awalnya tidak yakin pemerintah Indonesia bakal menerapkan kebijakan larangan ekspor itu. "Di forum APEC, kebijakan Undang-undang Mineral dan Batubara (Minerba) jadi topik hangat.
Karena banyak negara di dunia kaget Indonesia benar-bener menerapkan larangan ekspor mentah," kata Wacik di Jakarta, Selasa (1/7). Dalam forum itu, Wacik menjelaskan kebijakan larangan ekspor itu bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mendapatkan nilai tambah. Dia menyebutkan pemerintah tidak ingin kekayaan sumber daya mineral dikuras habis tanpa melalui proses pengolahan dan pemurnian. Oleh sebab itu, perusahaan pertambangan diwajibkan membangun pabrik pengolahan dan pemurnian di dalam negeri (smelter). "Melalui smelter hargan mineral jadi mahal. Negara dapat reveneu, pajak, lapangan kerja dan lingkungan terjaga," jelasnya. Dikatakannya, penjelasan pemerintah itu dirasa belum cukup bagi sejumlah negara. Dia menyebutkan Jepang dan Amerika Serikat (AS) menyampaikan keberatan atas kebijakan larangan ekspor itu. Mereka beralasan kebijkan tersebut menggangu produksi dalam negeri. "Ini perlu saya sampaikan agar diketahui publik. Sulit kita berjuang demi kebaikan. Bagi negara lain hal ini dianggap mengganggu produksinya," jelasnya. Penulis: Rangga Prakoso/WBP