Senin, 01 Agustus 2016

Press Conference "Potensi Bisnis Ekspor - Impor pada Produk Sektor Kecantikan" (15/6/16)

Press Conference (15/6/16) di Locanda Food Voyager Panin Bank Building di hadiri oleh (dari sebelah kiri) : Ivan Ferrari General Manager PT. UBM, Bapak Lukmanul Hakim (MUI), Ibu Bintang Retna Herawati (Apreisindo), Ibu Afrida Suston Niar (Kementerian Perindustrian), Ibu Dewi Rijah Sari (Perkosmi).

Sebagaimana dimaksud dalam acara ini, masyarakat wajib mengetahui bahwa, dengan adanya MEA yang disetujui oleh beberapa Negara termasuk Indonesia, maka kita semua harus pandai-pandai untuk bersaing di pasar Nasional maupun Internasional. Salah satu contoh yang sedang kita bicarakan ini  adalah tentang "Produk Kecantikan".

Sebagaimana yang telah disampaikan dalam acara tersebut "Karenanya kami berani menggelar pameran ini yang mencakup semua sektor kecantikan, meliputi bahan, kemasan, mesin, manufaktur, kosmetik, perlengkapan mandi, perawatan pribadi, kesehatan dan spa, kesehatan alami, salon kecantikan, tata rambut profesional kuku dan aksesori" (Ivan Ferarri).




Sementara itu, Kepala Sub. Direktorat Industri Farmasi dan Kosmetika Kementerian Perindustrian Ibu Afrida Suston Niar mengatakan "Dengan adanya pameran tersebut, diharapkan dapat
menjadi pertukaran informasi dan sarana promosi kosmetika nasional ke tingkat internasional. Termasuk, teknologi produksi, riset, pasar, dan tren kosmetik terbaru, sekaligus mendorong investasi industri bahan baku kosmetik di dalam negeri". Ibu Afrida menambahkan Indonesia memiliki peluang besar dalam industri kecantikan karena pasar dosmetik yang luas, ketersediaan SDM, dan juga potensi material bahan baku.


Begitu juga dengan narasumber yang lain yang menyampaikan "Agar nantinya masyarakat Indonesia sebagai konsumen, harus pandai-pandai memilih kosmetik yang baik dan legal salah satunya harus berlabel halal. Karena kosmetik ini adalah sesuatu yang kita gunakan untuk tubuh kita, untuk memperindah tubuh, bukan malah merusak penampilan tubuh kita". (Bpk. Lukman/Ibu Dewi)

Sementara itu  ada juga tantangan yang akan dihadapi bagi para  pelaku eksportir produk kecantikan.
a.      Pasar dalam negeri masih dikuasai oleh produk internasional.
b.      99% bahan baku kosmetik masih harus diimpor (terutama bukan herbal).
c.       perpajakan yang tinggi
d.      Waktu yang sangat lama untuk mendapatkan sertifikat dari BPOM (sekitar satu tahun)